Kamis, 29 Juli 2010

Pengalaman Awal Bisnis

      Tanggal 20 juli merupakan langkah awal bagi saya pribadi untuk memulai bisnis secara online. Bisnis online memang menggiurkan, bagaimana tidak bahwa faktanya konsumen online di indonesia sedang tumbuh cepat, banyaknya situs jual beli online yang terpercaya membuktikan hal tersebut. Sebenernya awalnya adalah iseng-iseng menjual handphone replika milik bapak saya. Hari itu saya menggunakan fasilitas forum jual beli secara online dengan mempromosikan barang dagangan saya berupa 2 buah handphone replika seharga Rp. 900.000,-. Luar biasa! baru satu hari promosi sudah banyak orang yang tertarik membeli barang dagangan saya walaupun dengan penawaran dibawah harga yang saya tawarkan. Mayoritas penawaran diharga 450 rb - 500 rb, dengan harga tersebut saya belum berani untuk deal karena masih mengharapkan harga lain yakni sekitar 800 rb. 

      Alhamdulillah akhirnya ada yg menawar sekitar 650 rb untuk 1 buah handphone N920 dan akhirnya transaksi jual beli pun terjalin sampai pada akhirnya terjadi proses ijab dan kabul. Sebenernya sebelum saya deal dengan yang ini saya sudah deal dengan pembeli pertamax handphone nokia N97 mini dan barang telah terkirim intinya lancar lah transaksi pertama. Nah kenapa saya mau berbagi tentang transaksi yang kedua ini karena ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Transaksi untuk barang yang kedua sudah terjalin dan pembeli telah mengirimkan sejumlah uang yang telah disepakati ke rekening saya pada hari senin tanggal 26 Juli 2010 dan saya sendiri langsung merespon transaksi tersebut dengan pengiriman barang melalui salah satu jasa pengiriman barang di dekat tempat tinggal saya. Tanggal 28 juli saya mengecek kepada pembeli saya namun menurut beliau barang tersebut belum datang dan menurutnya pula ada proses cancel barang. Melihat ada kemungkinan masalah saya pun langsung bergegas ke jasa pengiriman didekat tempat tinggal saya. Info yang saya dapat adalah barang tersebut masih tertahan dan karyawan jasa pengiriman ini bakal mengecek langsung ke tempat pengiriman hari ini juga dan informasi mengenai kejelasan barang saya bakal diberi tahu keesokan harinya. Mulai dari situ sebenernya sudah muncul perasaan was-was tapi saya mencoba menenangkan diri saya maupun sang pembeli saya. (NB : saya memberikan garansi 3x 24 jam dan cashback 100%)
      Keesokan harinya ketika saya datang untuk mendapatkan informasinya terjawablah sudah rasa was-was saya yakni barang N920 replika tersebut hilang. Respon pertama jelas kecewa berat dan respon kedua adalah ketidaknyaman gw dengan sang pembeli yang udah nunggu selama 4 hari. Bentuk tanggung jawab dari pihak jasa pengiriman adalah penggantian barang tapi tidak 100% ( di luar prosedur karena saya memang tidak menggunakan polis asuransi saat pengiriman ) . Dengan berat hati saya menerima sejumlah uang pengganti tersebut dan mengembalikan uang pembeli 100%. Secara material jelas saya rugi namun yang paling berat adalah kekecawaan pembeli saya mendapatkan kabar bahwa barang yang diinginkan hilang. Kepercayaan sedikit tercoreng dengan kejadian tersebut walaupun kesalahan bukan pada diri pribadi tetap saja hubungan pembeli dan penjual menjadi sedikit kurang nyaman bahkan pembeli sempat bilang menjadi trauma belanja online. 

Berdasarkan pengalaman tersebut saya mempelajari bahwa :
1. Bisnis online memang menggiurkan namun berbanding lurus dengan resiko yang akan terjadi. Kejujuran merupakan hal yang terpenting namun pengetahuan tentang sistem penjualan online juga sangat diperlukan. Penjualan barang elektronik baik baru maupun bekas harus disertai dengan faktur yang jelas agar saat melakukan pengiriman kita bisa menggunakan jasa asuransi ( 0.2 % dari harga yg tertera di faktur ). Asuransi merupakan hal yang paling penting karena mengantisipasi kejadian seperti barang hilang atau rusak dengan penggantian yang wajar.

2. Bisnis merupakan hal yang luar biasa disamping harus kreatif juga harus tahan mental dalam menghadapi masalah-masalah yang kadang tidak disangka. Untuk itulah diperlukan mentalitas yang kuat dan pantang menyerah. Komunikasi yang intensif dengan konsumen serta kejujuran terhadap fakta yang ada mengenai barang yang kita jual dan hal-hal yang terjadi sangatlah penting, apapun reaksi dari konsumen sudah sepantasnya kita sebagai penjual melakukan hal tersebut. 

3. Rezeki memang diatur jelas oleh TUHAN, Saya bisa saja mengambil sikap dengan emosi berlebihan terhadap pihak jasa pengiriman karena kekecewaan tersebut namun nurani dan akal saya mencegah, buat apa menghabiskan energi dengan hal-hal tidak berguna? ikhlas merupakan hal yang luar biasa. Tentu hanya TUHAN yang tau kadar ikhlas kita namun dengan menyirami hati dengan ikhlas hasilnya luar biasa menenangkan ketimbang dengan emosi yang meluap-luap.

4. Prasangka negatif luar biasa menghantui pikiran namun dengan tidak peduli dengan pikiran negatif tersebut kita dapat berpikirn jernih setidaknya muncul suatu pengalaman dalam berbisnis terlebih online.





Senin, 26 Juli 2010

Apakah Tuhan Menciptakan Kejahatan?

APAKAH TUHAN MENCIPTAKAN KEJAHATAN?


Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan?

Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya". "Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi. "Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?"

"Tentu saja," jawab si Profesor

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"
"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.
Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?" Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."

Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak.Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"

Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."

Profesor itu terdiam.

Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.

Luar biasa kawan-kawan, seorang albert einstein mampu mendeskripsikan peran TUHAN dalam kehidupannya. Kecerdasannya tidak hanya sebatas logika namun juga adanya kecerdasan dalam beriman kepada TUHAN.